Categories
Pendidikan

Segmentasi Pasar

Segmentasi Pasar

Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah proses mengelompokkan pasar ke dalam segmen yg berbeda-beda. Segmen pasar adalah sekelompok pembeli yg memberikan respon yg sama terhadap aktivitas pemasaran tertentu.

 

Pemilihan Variabel Segmentasi

Ada 4 variabel utama yg digunakan, yaitu :

  • demografi (usia, jenis kelamin, ukuran keluarga, tahap dalam daur hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, agama, suku)
  • geografi (wilayah, ukuran kota, permukiman)
  • psikografi (kelas sosial, gaya hidup, kepribadian)
  • perilaku (manfaat yg dicari, tingkat penggunaan, loyalitas, sikap terhadap produk, kesiapan membeli)

Setiap sub-variabel dapat dibagi ke dalam kategori-kategori. Jenis kelamin 2 kategori, yaitu laki-laki & perempuan. Setiap pengelompokan terhadap objek apa pun harus memiliki dasar utk mengelompokkan. Kalau ada sekumpulan orang, mudah melakukan pengelompokan berdasarkan jenis kelamin, hasilnya 2 kelompok : pria & wanita. Dalam pengelompokan ini, dasar atau variabel yg digunakan adalah jenis kelamin. Segmentasi dengan hanya satu variabel umumnya tidak memuaskan karena tidak menggambarkan profil segmen secara jelas. Jadi, agar profil segmen jelas, kita dapat menambahkan variabel-variabel lain, misalnya usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, dll.

Dalam segmentasi, pemilihan variabel-variabel yg dilibatkan tidak boleh sembarangan. Aturan pertama, dengan variabel-variabel yg dilibatkan, pemasar dapat membentuk kelompok-kelompok yg bermanfaat. Tidak ada gunanya melakukan segmentasi kalau hasilnya tidak memberikan manfaat. Tujuan segmentasi pasar adalah mengenal segmen-segmen efektif, sehingga perusahaan dapat memilih satu, beberapa atau semua segmen sebagai pasar sasaran. Kalau tidak sesuai dengan sasaran peneliti, pengelompokan tidak berguna. Aturan kedua, pilih variabel-variabel yg betul-betul dapat memberikan gambaran tentang persamaan dalam kelompok & perbedaan antar-kelompok. Kalau dalam sebuah variabel level semua objek sama (extremely homogenous), maka variabel tersebut jangan dipakai. Misalnya, kalau dalam sebuah populasi semua orang berusia 20 tahun, jangan lagi libatkan variabel ‘usia’ utk mengelompokkan populasi tersebut. Sebuah variabel yg betul-betul tidak pernah sama di antara objek-objek (extremely heterogenous), atau yg selalu berbeda dari objek yg satu dengan objek lainnya, juga tidak bisa dipakai. Sebab, variabel demikian tidak akan pernah berkontribusi terhadap kesamaan (similarity) yg dipakai sebagai dasar utk melakukan segmentasi.

 

Karakteristik Variabel Menurut Kotler & Keller (2006) :

  • Berbeda (distinctive). Sebuah segmen memiliki karakteristik & perilaku pembelian yg berbeda dari segmen lain. Namun, karakteristik & perilaku dalam segmen haruslah sama.
  • Dapat diukur (measurable). Ukuran, daya beli, & profil segmen yg dihasilkan harus jelas.
  • Dapat dijangkau (accessible). Segmen dapat dijangkau & dilayani secara efektif.
  • Cukup besar (substantial). Segmen pasar yg dihasilkan cukup besar & cukup menguntungkan apabila digarap.
  • Dapat digarap (actionable). Program yg efektif dapat didesain utk menarik & melayani segmen.

Pengembangan Profil Segmen

Setelah melakukan segmentasi, diperolehlah segmen-segmen pasar. Proses segmentasi tidak berhenti sampai di situ saja. Pemasar perlu mengembangkan profil atau sifat-sifat setiap segmen, sehingga perusahaan dapat mendesain strategi pemasaran yg sesuai dengan segmen sasaran. Tentu saja riset pemasaran dilakukan dulu sebelum melakukan segmentasi. Sehingga, segmentasi pemasaran tidak dilakukan asal-asalan, akan tetapi didasarkan data empiris konsumen, dengan metode yg dapat dipertanggungjawabkan pula.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *